Kementan Dorong Swasembada Pangan IKN Lewat Kawasan Pertanian Modern Terintegrasi
Bubuhan Tani, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BMRP) Kalimantan Timur melakukan pendampingan strategis program pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Langkah ini difokuskan pada pengawalan program PM AAS di kawasan penyangga guna memacu ketersediaan beras lokal, sehingga IKN ditargetkan mampu mencapai swasembada pangan dalam jangka pendek serta menjaga ketahanan pangan yang tangguh dalam jangka menengah dan panjang. Selain itu, potensi komoditas lokal seperti nanas dan buah naga turut diidentifikasi untuk dikembangkan hingga ke tahap hilirisasi.
Dalam mendukung modernisasi di lapangan, Kementan mendata kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) di daerah penyangga. Kebutuhan alsintan di Kabupaten PPU akan diusulkan oleh para penyuluh melalui sistem e-Banper untuk menyusul data yang telah terkumpul dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Di sisi kelembagaan SDM, Koperasi Asosiasi Petani Ibu Kota telah dibentuk untuk wadah pengembangan usaha tani, meskipun saat ini masih menghadapi kendala pada aspek operasional dan permodalan yang memerlukan fasilitasi solusi pembiayaan lebih lanjut.
Menindaklanjuti arahan Staf Ahli Menteri Pertanian, sebuah Tim Kecil disepakati untuk dibentuk guna mematangkan konsep dan mengelola para pemangku kepentingan. Konsep yang diusung merujuk pada replikasi kawasan pertanian modern Kabupaten Banyuasin, yang menyinkronkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan koperasi, serta penyediaan fasilitas terminal bahan bakar solar khusus alsintan dalam satu rantai pasok terintegrasi. Gagasan besar ini akan dikawal dan dibangun secara sinergis oleh Kepala BMRP Kaltim bersama Otorita IKN.